Sunday, January 28, 2018

Curug semirang : air terjun dengan air dingin menyegarkan.



Curug semirang : Air terjun dengan air dingin menyegarkan.


Lokasi objek wisata ini terletak di kabupaten Ungaran provinsi Jawa Tengah. Dari jalan utama Bawen-Semarang kita dapat menemui penunjuk jalan yang mengarahkan ke objek wisata curug semirang. Dari jalan utama belok melaui Stikes Ngudi Waluyo Ungaran kemudian memasuki jalan perkampungan dan terus mengikuti penunjuk arah yang ada sepanjang jalan. Kemudian setelah sampai ke tempat penitipan kendaraan bermotor  perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak. 
Gambar 1. Papan nama objek wisata.

Perjalanan dengan berjalan kaki cukup memakan waktu dengan lintasan yang cukup bervariasi. Perjalanan tersebut menyusuri hutan yang masih asri dan hijau dengan banyak pepohonan besar. Udara di kawasan ini masih segar dan sejuk bagi tubuh.
Gambar 2. Jalan menuju air terjun.

Dalam perjalanan menuju curug terdapat beberapa warung yang menjajakan makanan dan minuman. Pengunjung dapat beristirahat sejenak di warung untuk melepas lelah sambil makan atau minum.
Gambar 3. Curug Semirang.

Curug ini cukup tinggi dengan debit air yang tidak terlalu besar dan air yang jernih. Dibagian bawah curug terdapat kolam yang tidak terlalu dalam. Pengunjung dapat bermain air dibawah air terjun yang cukup dingin dan bisa merasakan langsung guyuran air dari atas curug.

Gambar 4. Bagian bawah Curug Semirang. 


Objek wisata ini sangat menarik untuk dikunjungi. Dengan lingkungan yang asri udara di objek wisata ini masih sejuk. Air yang mengalir dari curug semirang ini jernih dan dingin membuat suasana menjadi segar.
 

 


 

 
 

Monday, December 4, 2017

Jaran kepang : salah satu kesenian nusantara yang tetap lestari



Jaran kepang merupakan salah satu kesenian nusantara yang masih cukup banyak ditemui di Indonesia. Salah satu daerah yang masih melestarikan kebudayaan ini salah satunya ada di daerah kabupaten Temanggung propinsi  Jawa tengah. Kesenian ini masih cukup sering dipertunjukan ketika warga sedang ada hajatan. 


 1. Pertunjukan jaran kepang.


Di daerah ini juga ada beberapa paguyuban yang melestarikan kesenian ini. Melalui paguyuban ini proses regenerasi pun terus dilakukan untuk meneruskan kesenian ini ke generasi muda agar tidak punah. Anak muda ikut dilibatkan dalam pertunjukan untuk terus melatih kemampuan dalam pertunjukan.
 


 2. Pertunjukan anak - anak.

Dalam pertunjukan kesenian ini juga ditampilkan beberapa tokoh lain. Seperti misalnya leak muncul dalam beberapa sesi pertunjukan. Ada juga sosok lengger yang memberi nuansa berbeda dalam pertunjukan. Kesemuanya ditujukan agar pertunjukan lebih menarik dan mengundang banyak warga untuk datang menonton dan menjaga animo warga agar tetap antusias dengan pertunjukan tersebut.

 3. Leak dan lengger saat pertunjukan.

Friday, August 18, 2017

Situs liyangan : menapaki sisa - sisa peradaban maju masa lampau.

Situs liyangan : menapaki sisa - sisa peradaban maju masa lampau.

Candi Liyangan adalah situs purbakala berupa candi dan kawasan permukiman di lereng timur Gunung Sindoro, tepatnya di permukiman warga Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Situs ini baru ditemukan pada tahun 2008.
Penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang. Penelitian dan penggalian lebih lanjut dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2010 dan 2011 menyimpulkan bahwa situs tersebut bukan merupakan candi besar tetapi sebuah perdusunan Mataram Kuno. Berdasar gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian.(sumber : wikipedia)



 Gambar. Kompleks situs liyangan.
Terdapat jalan yang cukup lebar diantara rumah - rumah dan setiap rumah memiliki pagar atau gerbang serta terdapat sistem irigasi. Selain perkampungan peradaban ini juga telah mengenal sistem pertanian dengan ditemukannya bahan makanan seperti padi. kemudian terdapat gerabah untuk keperluan sehari - hari.


Gambar. Salah satu candi yang mulai nampak tersusun. 
Kawasan situs liyangan cukup luas namun belum semua terlihat karena masih dalam proses penggalian dan sebagian masih merupakan tempat penambangan pasir warga. Berada disini seperti berada pada perkampungan modern pada masa lampau. Meski yang nampak hanya sebuah reruntuhan namun kita bisa merasakan peradaban yang maju pada jamannya seperti yang masih bisa terlihat sekarang.



Gambar. Bebatuan candi yang belum tertata.
Meski tidak bisa melihat peradaban yang utuh namun kita bisa berbangga dengan warisan leluhur yang telah membuat peradaban yang maju pada jamannya. Serta menjadi pondasi peradaban - peradaban selanjutnya yang masih bisa kita gunakan hingga sekarang.

Sunday, May 29, 2016

Perbedaan Planet dan Bintang

Perbedaan Planet dan Bintang

Jika kita mengamati benda langit yang ada diatas saat malam hari maka akan secara sederhana ada benda langit yang memancarkan cahaya tanpa mengedip dan ada yang mengedip. Benda langit yang memancarkan cahaya dengan mengedip itu merupakan bintang dan yang tidak mengedip merupakan planet.
Bintang memancarkan cahayanya terlihat mengedip karena bintang mampu menghasilkan cahaya sendiri dan kekuatan pancarannya tidak sebesar matahari sehingga akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memancarkan cahaya hingga sampai ke bumi. Kondisi ini ditambah lagi karena rata - rata letak bintang yang jauh dari bumi.
Planet mampu memancarkan cahaya tanpa terlihat mengedip karena letaknya yang tidak sejauh jika dibandingkan dengan bintang. Selain itu planet tidak mampu menghasilkan cahaya sendiri. Planet hanya memantulkan cahaya yang didapat dari bintang seperti matahari dan meneruskannya ke bumi.